FAQ

SMP Juara Bandung

FAQ

SMP Juara Bandung

Sudah sejak kapan Sekolah Juara berdiri dan sudah berapa unit cabangnya?

Sekolah Juara berdiri pada tahun 2007 di Bandung yaitu SD Juara Bandung. Saat ini di Tahun 2018 sudah ada 19 unit sekolah juara, 1 PAUD Juara, 15 SD Juara, 2 SMP Juara, dan 1 SMK Juara. Sekolah Juara tersebar di 10 provinsi yaitu Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Papua.

Siapa pengelola Sekolah Juara dan bagaimana hubungannya dengan Rumah Zakat?

Sekolah Juara se – Indonesia berada dibawah naungan Yayasan Indonesia Juara yang berpusat di Bandung.  Yayasan Indonesia Juara menjalin kerjasama dengan Rumah Zakat sebagai mitra penyaluran program pendidikan Rumah Zakat. Program Pendidikan Rumah Zakat yang disalurkan meliputi  beasiswa juara untuk yatim dan dhuafa di Sekolah Juara, program beasiswa anak juara, bantuan sarana sekolah, sekolah darurat di daerah bencana, sekolah mitra dan program lainnya. Dalam program Sekolah Juara, Rumah Zakat menjadi donatur utama yang membantu Yayasan Indonesia Juara.

Kabarnya Sekolah Juara menerima siswa yang berbayar, mengapa?

Sekolah Juara telah dibantu oleh Rumah Zakat sejak tahun 2007, atau sudah 11 tahun  lebih. Alhamdulillah Sekolah Juara terus berkembang pesat menjadi sekolah berkualitas dan semakin diminati masyarakat.  Jadi sudah layak mandiri dan lepas dari subsidi Rumah Zakat. Menerima siswa yang berbayar adalah upaya untuk memandirikan pembiayaan operasional sekolah.

Mengapa sekolah juara dimandirikan/ dikurangi subsidinya oleh Rumah Zakat?

Tugas pembangunan umat dan bangsa ini sangat besar. Pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan dalam 10 tahun terakhir telah menjadi perhatian besar pemerintah Republik Indonesia. Sekolah negeri mulai dari SD/ MIN – SMP/ MTsN –SMA/ SMK/ MAN  telah digratiskan dan dapat diakses dengan mudah oleh semua lapisan masyarakat, termasuk masyarakat miskin.  Dengan demikian kehadiran Rumah Zakat sebagai NGO (Non Government Organization) dalam memberikan layanan pendidikan gratis sudah tidak relevan.

NGO diharapkan fokus pada sektor – sektor yang belum bisa dicover secara maksimal oleh pemerintah. Rumah Zakat dalam 2 tahun terakhir mengarahkan fokusnya pada program Desa Berdaya yaitu program pengembangan pedesaan melalui pemberdayaan bidang ekonomi, community development, pendidikan dan kesehatan. Kita tahu jumlah desa di Indonesia sangat banyak sehingga membutuhkan dana besar dan konsentrasi besar dalam menjalankannya. Dengan dimandirikannya Sekolah Juara secara bertahap, dana alokasi subsidinya bisa dialihkan untuk program pendidikan Rumah Zakat di pedesaan yang sangat membutuhkan.

Setelah menerima siswa berbayar, apakah kuota yatim dan dhuafa di sekolah juara akan dihilangkan?

Tidak dihilangkan, proporsi yatim dhuafa tetap ada. Siswa yatim dan dhuafa mendapat subsidi biaya masuk sekolah dan biaya SPP dari Program Beasiswa Juara Rumah Zakat. Donatur Rumah Zakat masih terbuka berdonasi untuk yatim dan dhuafa di sekolah juara. Jadi pada prinsipnya siswa yatim dan dhuafa juga berbayar, tidak gratis, yang membayar donatur Rumah Zakat. Jumlahnya sama dengan yang dibayar oleh siswa berbayar.

Masih memiliki pertanyaan? Hubungi kami melalui

Masih memiliki pertanyaan? Hubungi kami melalui