Pekanbaru.”Orang tua menyekolahkan anaknya untuk belajar, namun orang tua tidak pernah mau belajar menjadi orang tua. Nah ini menjadi polemik tersendiri di masa covid 19 sekarang terkait dengan pendidikan orang tua dengan anak. Padahal peran orang tua sangat penting ketika di rumah.

Kebanyakan orang tua mengeluh tentang anak yang susah belajar maupun beban tugas yang diberikan guru. Cenderung tidak sabar dan menyalahkan keadaan. Sebenarnya, pembelajaran di rumah tidak melulu tentang akademik. Banyak sekali yang bisa dilakukan orang tua bersama anak antara lain, mencuci baju, mencuci piring, masak, bersih-bersih rumah, mengaji bersama, sholat berjama’ah di rumah dan lain sebagainya.

Kegiatannya sederhana, namun akan menjadi kebiasaan yang baik bagi anak. Di situlah kemudian karakter anak dapat terbentuk. Hal ini menuntut orang tua harus belajar kembali bagaimana mendidik anak dengan keteladanan sehinnga terjadi keharomanisan antara anak dan orang tua.Alhamdulillah para orang tua di SMP Juara Pekanbaru udah menerapkan hal itu dirumah masing – masing.

“Yang terpenting adalah bagaimana orang tua bisa menjalin komunikasi yang baik dengan anaknya. Pekerjaan di sekolahan tidak harus yang akademis saja, tapi bisa dengan pembiasaan-pembiasaan baik yang dicontohkan oleh orang tua.
Yang paling penting adalah bagaimana menciptakan suasana bahagia,kebahagiaan itu harus dimulai dari orang tua, baru nanti menular ke anak-anaknya.

Orang tua harus jeli dan memahami bahwasanya setiap anak memiliki kelebiihan dan kekurangan masing – masing.
Yang harus dilakukan adalah bagaimana memotivasi kelebihannya sebagai modal menjadi sesuatu yang bermanfaat ke depannya. Anak-anak juga bisa dilatih dengan bercocok tanam, bermain musik, membaca buku, menulis, olahraga, dan lain sebagainya.

Guru yang utama ketika di rumah adalah orang tua. Orang tua harus memberi teladan yang baik. Jadi yang harus dilakukan adalah memberi contoh tidak hanya menyuruh. Misalnya, anak-anak diajak untuk salat berjama’ah setelah itu mengaji dan lain sebagainya.

Guru dan orang tua juga jangan sampai mempersulit pembelajaran untuk anak di rumah. Jangan sampai anak malah menjadi stres. Pembelajaran juga harus disesuaikan dengan kondisi di daerah masing-masing. Tidak bisa di “gebyah uyah” atau dipukul rata. Yang pasti disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kemampuan masing-masing.

Dalam kondisi serba terbatas seperti ini, guru juga jangan terlalu banyak memberikan banyak tugas yang perlu diperhatikan justru faktor psikologis siswa tersebut.
Selama masa pandemi, orang tua menjadi kunci utama dalam pendampingan belajar siswa di rumah. Hal ini menuntut orang tua untuk belajar kembali mendampingi anaknya secara penuh.