Jakarta – Surat-menyurat menjadi hal baru bagi siswa kelas 2. Kegiatan untuk mengisi liburan semester mereka isi dengan menulis surat balasan dari wali kelasnya.
Berawal setelah pertemuan orangtua saat akhir penerimaan rapor, tercetus ide untuk mengenalkan surat-menyurat yang pernah dialami wali kelas saat kecil. Hal ini mendapat respon dari orangtua dan murid, sehingga surat menyurat berlangsung. Jasa yang digunakan adalah Pos Indonesia dengan membeli perangko sebesar Rp3.000,00 surat dapat sampai ke tangan anak-anak.

“Memang masih ada perangko, Bu?” tanya orangtua Fawwaz kelas 5 yang menanyakan keberadaan perangko saat ini. Meski budaya kirim surat menyurat tergerus dengan teknologi, namun manfaat yang besar membuat kegiatan ini perlu untuk dikenalkan kepada anak didik zaman sekarang. Adapun manfaatnya adalah melatih motorik halus, kemampuan mengekspresikan perasaan, kreatifitas berbahasa yang dikembangkan dalam menulis, dan mempererat tali persaudaraan.

Sebanyak 12 surat dikirimkan dan berlanjut 4 surat berikutnya. Tidak berselang seminggu surat pun telah sampai. “Hore aku dapat surat,” ungkap Indhira yang senang saat namanya dipanggil petugas pos.

Meski jarak memisahkan, semoga kekuatan ikatan guru dan muridnya tetap terjaga di kala liburan ini. Program kelas untuk melatih membaca dan menulis lewat surat menyurat menjadi alternatif bagi anak-anak untuk menuntaskan kemampuan motoriknya. Sekaligus mengenalkan kembali surat-menyurat yang asing bagi anak-anak sehingga terasa berbeda. “Dengan surat-menyurat jadi lebih romantic,” ungkap bunda Athifah.
(Erna K.)