Yogyakarta, Selasa, 5 Januari 2021. Hari kedua di semester genap siswa kelas 4 mulai mengerjakan assesment diagnostik. Pandemi Covid-19 memaksa guru dan siswa untuk langsung mengubah cara pembelajaran normal menjadi Pembelajaran Jarak Jauh.

Keadaan darurat membuat guru lupa melihat dan mempertimbangkan kondisi kesiapan siswa baik secara kognitif dan non kognitif sebelum dan selama Pembelajaran Jarak Jauh. Hal ini berimbas pada tantangan-tantangan yang sudah disebutkan di sesi sebelumnya.

Berangkat dari isu ini, selain menetapkan kebijakan mengenai kurikulum darurat di masa pandemi, Mendikbud juga mengimbau guru untuk melakukan asesmen diagnostik. Asesmen dilakukan di semua kelas secara berkala untuk mendiagnosis kondisi kognitif dan non-kognitif siswa sebagai dampak pembelajaran jarak jauh.

Para siswa memberikan tanggapan sejujur-jujurnya. Dengan cara ini, diharapkan bisa mengetahui secara keseluruhan bagaimana kondisi anak, kemudian guru mengambil tindakan.

Asesmen kognitif ditujukan untuk menguji kemampuan anak dan capaian pembelajaran anak. Ini berkaitan dengan identifikasi capaian kompetensi peserta didik.

Hasil asesmen menjadi dasar pilihan strategi pembelajaran. Memberikan remedial atau pelajaran tambahan untuk peserta didik yang paling tertinggal
Jika dari hasil rekam asesmen itu terdapat masalah belajar siswa. Seperti bagi peserta didik yang lambat menyerap materi, maka guru bisa memberi pendampingan khusus.

Kontributor by Suranti, S.Pd
#Yogyakarta