Jakarta – Selama sepekan ini SD Juara Paragon Jakarta Selatan (SDJ Jaksel) tidak hanya belajar seperti daring seperti biasa. Namun guru juga melakukan sesi konsultasi dengan orangtua untuk mengetahui keadaan siswa selama masa di rumah saja. Kegiatan ini berlangsung selama satu pekan dimulai sejak Senin (12/10) sampai hari Jumat (16/10), setiap orang tua diminta untuk mengisi jadwal yang sudah disiapkan sekolah yang setiap sesi berdurasi selama 20 menit. Kegiatan ini disambut baik oleh orangtua. Mereka dengan segera mengisi format yang diberikan sekolah dan menyetorkan pada wali kelasnya. Sampai berita ini dibuat, Selasa (13/10) kegiatan ini berlangsung tanpa kendala berarti.

Pembahasan yang dilakukan oleh wali kelas dan orangtua terdiri atas 8 hal, terutama hal terkait perkembangan siswa dalam belajar, keadaan siswa di rumah serta komitmen orangtua dan pembiasaan setiap hari yang dilakukan siswa. Dalam sesi konsultasi yang dilakukan melalui media panggilan video aplikasi Whatsapp ini terdapat banyak cerita yang didapatkan guru selaku wali kelas terutama ada yang menyampaikan dukungan untuk mempromosikan sekolah kepada lebih banyak keluarga yang mereka kenal agar menyekolahkan anaknya di SDJ Jaksel, ada juga yang menyampaikan kebahagiaannya karena pembelajarn sekolah yang lebih fleksibel dalam mengumpulkan tugas karena batas waktu pengumpulan yang lebih panjang, sehingga orangtua tidak merasa kesulitan dalam mengajak anak untuk menyelesaikan tugasnya. Wajar jika orangtua bahagia, karena keadaan emosi siswa yang berbeda jika bersama guru dan bersama orangtua. Suasana yang berubah pun mempengaruhi gaya belajar anak, sehingga komunikasi dan koordinasi yang baik antar guru dan orangtua akan menghasilkan kolaborasi yang mendukung dalam peningkatan kemampuan belajar anak walau di rumah saja.

 

Kolaborasi Wali Kelas dan Orangtua Siswa SD Juara Paragon Jaksel dalam Sesi Konsultasi

Kolaborasi Wali Kelas dan Orangtua Siswa SD Juara Paragon Jaksel dalam Sesi Konsultasi

Konsultasi ini dilakukan setiap semester, dihadiri oleh kedua orangtua. Walau pandemi, tapi tetap membersamai dan mencari formula terbaik untuk anak tidak boleh ditiadakan karena setiap detiknya anak terus berkembang dan setiap detiknya pula orangtua belajar untuk menjadikan anaknya menjadi anak baik yang berharga untuk kini dan masa depan.
(Syamsinar)