Jakarta‚ÄĒBertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, siswa SD Juara Paragon Jakarta Selatan (SDJ Jaksel), pada Kamis (01/10) dalam kegiatan pembiasaan pagi sekaligus sebagai kegiatann alternatif setelah melakukan kegiatan Penilaian Tengah Semester (PTS) pekan yang lalu. Siswa diarahkan untuk melakukan berbagai kegiatan positif dalam rangka memperingati sejarah yang mengiringi Hari Kesaktian Pancasila.

Bentuk kegiatan mengambil 2 format berbeda berdasarkan kelas rendah dan kelas tinggi. Kelas rendah ditugaskan untuk mewarnai atau menggambar burung garuda Pancasila, sedangkan kelas tinggi, dalam bimbingan orang tuanya mendiskusikan topik bertema Bahaya Paham Komunis bagi Bangsa Indonesia. Siswa disarankan menyaksikan tayangan film G30S/PKI atau mencari sumber-sumber informasi lainnya dalam pengawasan dan bimbingan orang tuanya.

Siswa kelas rendah dengan bangganya mempersembahkan tugas menggambar/mewarnai burung garuda Pancasila yang mereka buat, bahkan beberapa di antaraya disertai dengan unggahan video pengucapan sila-sila Pancasila ke jejaring sosial milik SDJ Jaksel.

Hasil diskusi yang terbaca dari beberapa siswa kelas tinggi mengerucut pada kesimpulan tentang betapa berbahayanya paham Komunisme bagi bangsa Indonesai bahkan dengan tegas ada yang menyatakan agar pemerintah tidak mencabut TAP MPRS berkaitan demgan pelarangan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia sebagaimana diungkapkan Nihayah (10) siswi kelas 4 SDJ Jaksel. Dia juga menyatakan bahwa PKI adalah musuh demokrasi, bersifat diktator, dan tidak mengenal Tuhan sehingga tidak pantas hidup dan tumbuh kembang di bumi Indonesia yang terkenal dengan masyarakatnya yang religius.

Harapan kita tentunya dengan mempelajari sejarah akam menjadikan mereka lebih memahami kesalahan-kesalahan masa lalu sehingga tidak kembali berulang di kemudian hari. Mereka akan mengingat berapa dahsyatnya kerusakan yang ditimbulkan jika PKI dan segala fahamnya tumbuh dan berkembang di Nusantara. (Marhabanur).